With Dr. Adi W. Gunawan, CCH.

Indonesia Leading Expert in Mind Technology

Scientific EEG and Clinical Hypnotherapy @ Adi W. Gunawan Institute

Pendidikan dan Sertifikasi Hipnoterapis Profesional 100 Jam Tatap Muka, Sesuai Standar Kurikulum ACHE Amerika

Quantum Life Transformation with Dr. Adi W. Gunawan, CCH.

Transformasi Kehidupan Secara Holistik dan Transendental

With Nathalia Sunaidi, C.Ht, CI.

Salah 1 Hipnoterapis Terbaik di Indonesia dengan pengalaman lebih dari 10.000 jam

Scientific and Clinical Hypnotherapy @ Nathalia Sunaidi Institute

Pendidikan dan Sertifikasi Hipnoterapis Profesional 100 Jam Tatap Muka

Selasa, 16 Agustus 2016

Frequently Asked Questions


 
Berikut ini adalah pertanyaan yang paling sering ditanyakan berdasarkan pengalaman Imel Young sebagai Hipnoterapis:

1.   Apakah Hipnoterapi sama seperti Hipnotis yang biasa ada di acara TV dimana klien tidak sadar, pingsan atau tidur?

Sangat berbeda. Sesuai dengan namanya Hipnoterapi adalah terapi untuk penyembuhan dengan menggunakan kekuatan pikiran yakni pikiran bawah sadar.
 

2.   Apakah sama seperti acara Hipnotis yang ada di TV misal U*a Ku*a dimana klien bisa di stop di tengah jalan untuk mengeluarkan uneg-uneg nya lalu kemudian semua rahasia nya terbongkar?

Sekali lagi, Hipnoterapi yang saya lakukan sangat berbeda dengan acara TV U*a Ku*a dimana kliennya pingsan atau tidak sadar serta lupa perkataannya sendiri saat semua rahasianya dibongkar. Di dalam terapi yang saya lakukan setiap klien dalam keadaan rilex namun tetap sadar dan sangat fokus, sehingga sepanjang terapi klien tetap sadar dan ingat.

Bahkan dulu di awal-awal karier saya sebagai terapi, saya sering mendapati klien yang minta ijin ke toilet di tengah-tengah terapi karena kebelet ataupun minta stop di tengah-tengah proses terapi karena kelaparan dan sudah jam nya klien tersebut untuk makan. Ini membuktikan bahwa sepanjang terapi klien itu sadar dan tetap memegang kendali atas dirinya sendiri.
 
Saya juga mendapatkan informasi dari beberapa teman saya langsung yang menjadi salah satu peserta acara Hipnotis di TV, dimana mereka mengaku telah diseleksi jauh hari sebelum syuting dan menerima bayaran serta harus teken kontrak. Dulu bayarannya 300rb, terakhir setahu saya sudah 500rb dan dapat nasi kotak pula, tapi nunggu syutingnya seharian penuh.

 
3.   Tapi khan namanya pikiran bawah sadar, bukankah itu artinya tidak sadar, pingsan, atau tidur?

Sama sekali tidak. Orang awam cenderung menyamakan istilah bawah sadar dengan tidak sadar, pingsan, ataupun tidur. Padahal sebenarnya yang dimaksud dengan pikiran bawah sadar di dalam hipnoterapi itu adalah kondisi dimana seseorang itu merasa sangat rilex, namun masih sadar & oleh karenanya masih bisa berkomunikasi atau masih bisa bicara. Untuk penjelasan lebih lanjut mengenai apa itu yang dimaksud dengan Pikiran Sadar dan Pikiran Bawah Sadar, bisa klik disini.

 
4.   Apakah nanti semua rahasia saya akan terbongkar?

Sama sekali tidak. Karena di dalam terapi hanya fokus kepada 1 problem yang ingin disembuhkan. Sedangkan untuk hal-hal lain yang tak ada sangkut pautnya dengan problem yang ingin disembuhkan, ibarat kata sama sekali tak “disentuh”. Dan lagi, sepanjang terapi klien tetap bisa mengendalikan diri dan perkataannya. Beberapa klien bahkan bisa minta minum, ijin ke toilet, minta stop karena kelaparan ataupun karena sudah jam nya makan.
 
 
     5.  Apakah Hipnoterapis bisa membaca pikiran seseorang?

Saya akan menggunakan logika untuk menjawab pertanyaan ini. Secara Logika, jika saya sebagai hipnoterapis bisa membaca pikiran orang, saya tidak akan menjadi terapis, saya jadi King of Gambler (Raja Judi) saja, he he..... Saya akan berada di kasino, main kartu (judi). Karena sangatlah mudah bagi orang yang bisa membaca pikiran untuk mendapatkan keuntungan besar di meja judi. Tapi karena saya TIDAK BISA membaca pikiran, saya hanya bisa menyembuhkan orang, makanya saya jadi terapis.

 
6.   Apakah Hipnoterapi mengandung Roh jahat atau kuasa kegelapan?

Sama sekali tidak. Hipnoterapi adalah science dimana sebenarnya gelombang pikiran bawah sadar itu bisa dibuktikan secara ilmiah. Jika anda menggunakan alat EEG yang dibeli di London dan ditempelkan di kepala, maka hasilnya bisa dilihat di layar monitor computer. Jadi hipnoterapi 100% bebas dari segala unsur Roh Jahat, kegelapan ataupun sejenisnya.

 
7.   Apakah Hipnoterapi sama dengan praktek dukun atau gendam?

Sekali lagi Hipnoterapi adalah science (imu pengetahuan) yang bisa dibuktikan secara ilmiah. Hipnoterapi 100% bebas dari segala unsur Roh Jahat, kegelapan ataupun sejenisnya.

 
8. Apakah Hipnoterapi mengandung unsur agama, politik, ataupun ras tertentu?

Hipnoterapi 100% bebas dari segala unsur agama, politik, ataupun ras tertentu.

 
9. Apakah Hipnoterapi aman?

Hipnoterapi 100% aman karena merupakan metode penyembuhan dengan menggunakan kekuatan pikiran klien yang bersangkutan. Singkat kata Hipnoterapi merupakan self healing itu sebabnya syarat no 1 adalah niat dari klien yang bersangkutan.

 
10.Apakah di dalam praktek Hipnoterapi saya harus membeli atau mengkonsumsi obat ataupun vitamin tertentu?

Hipnoterapi adalah self healing dengan menggunakan kekuatan pikiran, jadi otomatis tidak perlu membeli atau mengkonsumsi obat serta vitamin apapun.

 
11.Apakah hipnoterapi bisa mengakibatkan seseorang hilang ingatan?

Tidak. Karena sepanjang terapi dilakukan dengan kondisi rilex dan sadar maka umumnya klien ingat apa yang terjadi sepanjang proses terapi.


12.Apakah di dalam proses terapi klien kehilangan kendali atas dirinya sendiri?

Tidak. Sepanjang terapi klien tetap bisa mengendalikan diri dan perkataannya. Beberapa klien bahkan bisa minta minum, ijin ke toilet, minta stop di tengah terapi karena kelaparan ataupun karena sudah jam nya makan. 

 
13.Apakah Hipnoterapi sejenis cuci otak?

Tentu saja tidak. Hipnoterapi bukanlah cuci otak karna hipnoterapi merupakan terapi penyembuhan yang membutuhkan ijin dari klien yang bersangkutan. Hipnoterapi sama sekali tidak bisa dilakukan tanpa ijin dari klien yang bersangkutan.

 
14.Apakah hipnoterapi bisa mengubah kepribadian dasar seseorang?

Tentu saja tidak. Hipnoterapi hanya fokus menyelesaikan problem yang ingin diselesaikan, itupun butuh ijin dari klien yang bersangkutan.

 
15.Apakah saat saya memejamkan mata maka mata saya tidak bisa atau sulit dibuka kembali?

Anda tetap memegang kendali atas diri Anda. Artinya kapan pun Anda mau membuka mata dan bangun berdiri sebenarnya bisa setiap saat. Tapi jika Anda lakukan maka saya harus mengulangi lagi proses terapinya untuk membuat Anda kembali rilex dan membuat proses terapi menjadi bertambah lama.

 
16.Saya tertarik dengan hipnoterapi, saya ingin menyembuhkan pasangan, anak, keluarga, saudara, ataupun teman saya. Apakah bisa ?

Bisa selama yang bersangkutan memang mau dan mengijinkan. Tidak bisa jika yang bersangkutan tidak mau atau tidak mengijinkan.

 
17.Apakah jika dihipnoterapi nanti problem saya akan tersebar dan diketahui semua orang?

Tenang saja. Di tempat saya ada kode etik profesionalisme. Persis seperti Anda pergi ke dokter maka semua data Anda adalah Private & Confidential. Begitupun di tempat praktek saya. Kerahasiaan Anda sebagai klien 100% terjamin. Kalaupun ada sebagian kecil kisah terapi yang saya sharingkan untuk edukasi masyarakat di website, saya selalu merahasiakan data klien, terkecuali klien yang bersangkutan telah memberi ijin untuk memberitahukan identitasnya.

 
18.Bagaimana jika problem saya adalah pasangan saya dan pasangan saya bersikeras menemani saya di ruang terapi?

Maaf sekali, semua terapi dilakukan 1 on 1 secara private & confidential. Artinya meskipun Anda datang dengan diantar pasangan, anak, teman, saudara atau siapapun juga, maka mereka wajib untuk menunggu di luar. Karena apapun yang terjadi di ruang terapi hanya boleh diketahui oleh terapis dan klien yang bersangkutan. Meskipun yang membayar terapi adalah pasangannya ataupun orang lain, tetap saja itu rahasia antara terapis dengan klien yang bersangkutan.
 
Karena terapis tidak berhak memberitahukan hasil temuan terapi klien kepada orang lain termasuk pasangan klien ataupun orang yang membayari terapi klien. Kecuali jika kliennya masih anak di bawah umur (masih dalam pengawasan orang tua), maka terapis wajib melaporkan hasil temuan terapi kepada orang tua klien. Namun sekali lagi saat proses terapi, meskipun klien masih di bawah umur atau masih kecil, orang tua atau siapapun yang mengantar wajib menunggu di luar. Karena terapinya 1 on 1.


19.Jika saya menerapi problem emosi saya misal pemarah, apakah setelah terapi saya kemudian berubah menjadi manusia aneh yang tak bisa marah sama sekali?

Tentu tidak. Sebagai manusia kita diciptakan lengkap dengan emosi termasuk emosi marah. Andaikata Anda diterapi untuk menyembuhkan problem Anda misal pemarah, Anda tetap bisa marah seperti manusia normal. Bedanya jika sebelum terapi, karena penyebab Anda marah telah menumpuk dan menggunung bertahun-tahun, membuat problem kecil saja sudah bisa membuat Anda marah besar bahkan hingga mengamuk. Apalagi problem yang besar? Namun setelah diterapi maka saat ada masalah yang seharusnya membuat Anda marah, maka Anda hanya akan marah sedikit atau seperlunya, itupun sebentar sudah reda karena hati Anda telah bersih. Ibarat mulai dari nol lagi. Wajar dan tidak berlebihan.

 
20.Apa bedanya dengan hipnoterapi yang lain yang ada di luaran?

Hipnoterapi ada 2 aliran, gelar keduanya SAMA-SAMA C.HT. (Certified Hypnotherapist)

Aliran pertama: Hipnoterapi yang hanya mengandalkan sugesti. Ibarat jika ada gelas berisi air kotor maka pemberian sugesti ibaratnya adalah menuangkan air bersih ke dalam gelas yang berisikan penuh air kotor. Apakah isi gelas bisa menjadi bersih? Bisa tapi lama. Artinya suggesti/ terapi nya harus diulang berpuluh-puluh kali. Itupun hasilnya tidak akan sebersih jika Anda menggunakan aliran kedua. Ciri khas terapi yang menggunakan aliran pertama:

-        Lulusan lembaga yang hanya memberikan kursus singkat 1-2 hari, itu sebabnya biasanya hanya mencantumkan gelar C.Ht (Certified Hypnotherapist),  jarang mencantumkan lulusan lembaga mana, dan pastinya tidak mencantumkan pernah belajar hipnoterapi 100jam dari lembaga tertentu

-        Durasi terapi yang jauh lebih singkat

-        Harga lebih murah

-        Perlu puluhan sesi dan belum tentu sembuh atau lama sekali baru bisa sembuh ataupun merasakan perubahan

-        Secara total untuk sembuh menghabiskan lebih banyak waktu, tenaga, dan biaya

Aliran kedua: Hipnoterapi yang mencari akar masalah dan mencabutnya hingga ke akar-akarnya. Ibarat jika ada gelas berisikan air kotor maka air kotornya dibuang dahulu, kemudian gelasnya dicuci bersih, baru kemudian diisi air bersih. Sangat jarang Hipnoterapis yang bisa dan mau menggunakan cara ini karena meskipun tingkat kesembuhannya sangat tinggi namun karena selain terapinya sangat lama, menguras tenaga dan butuh tehnik advance. Persyaratan untuk bisa belajarnya pun berat dan biaya untuk belajarnya pun jauh lebih mahal.

Ciri khas terapi yang menggunakan metode ini:

-        Lulusan lembaga yang memberikan kursus min 100jam (Total 9-10 hari dengan lama kursus bertahap sekitar 3 bulan).
   
Di Indonesia hanya ada sedikit sekali lembaga yang memberikan kursus hipnoterapi min 100jam diantaranya Adi W. Gunawan Institute (AWGI) dan Nathalia Institute by Nathalia Sunaidi. Kebetulan saya lulusan 100 jam dari AWGI, plus 100 jam dari Nathalia Institute (based on Tom Silver).
   
Namun saat ini sepertinya hanya tinggal Adi W. Gunawan Institute yang memberikan pelatihan hipnoterapi 100 jam dikarenakan Nathalia Sunaidi sudah hampir 2 tahun ini berhenti memberikan seminar karena sibuk menjadi developer property.

Karena lulusan dari lembaga yang qualified makanya biasanya terapis tersebut akan mencantumkan lulusan dari lembaga mana lengkap dengan 100 jam lama belajarnya.

-        Durasi terapi yang tentunya jauh lebih lama. Bisa berjam-jam.

-        Harga pastinya lebih mahal dan hasil terapi yang pastinya jauh lebih efektif

-        Umumnya hanya perlu max 4 sesi untuk kasus-kasus yang umum. Bahkan biasanya klien-klien langsung sudah bisa merasakan perubahan hanya di dalam 1-2 sesi pertama.

-        Secara total untuk sembuh menghabiskan lebih sedikit waktu, tenaga, dan biaya

 
21.Apakah ada syarat untuk bisa menjadi klien dan mendapatkan kesembuhan ?

Ada. Syarat yang utama adalah datang dengan niat ataupun keinginan sendiri tanpa adanya paksaan dari siapapun juga. Karena sekali lagi Hipnoterapi adalah self healing, hanya bisa jika Anda niat dan mengijinkan. Tidak bisa jika Anda datang karena dipaksa oleh pihak lain.

 
22.Terapi nya berapa lama?

Setiap sesi hipnoterapi memiliki durasi maximum 2 jam/sesi konselling atau terapi.

 
23.Hipnoterapi butuh berapa sesi hingga sembuh?

Tergantung berat ringannya problem yang ingin disembuhkan. Pada kasus-kasus standard, umumnya klien-klien yang telah saya tangani mendapatkan kesembuhan dalam 2 hingga 4 sesi. Namun pada kasus-kasus berat seperti kecanduan (narkoba, miras, judi, sex, rokok, game, dan sejenisnya), ataupun kasus-kasus khusus seperti Autis, kanker, dan kasus-kasus berat lainnya bisa lebih dari 4 sesi tergantung berat ringannya kasus.

 
24.Problem apa saja yang bisa disembuhkan?

Intinya semua problem psikosomatik (yang disebabkan oleh pikiran), ataupun yang mengandung emosi (misal: sedih, marah, kecewa, sakit hati, dendam, takut, khawatir, cemas, luka dsj) bisa disembuhkan. Masalah di dalam keluarga, rumah tangga, anak, termasuk pasangan yang gemar selingkuh, problem sex, dll. Termasuk pula trauma, luka batin, phobia, kecanduan, dll. Untuk lebih jelasnya bisa klik disini.


25.Apakah ada garansi pasti sembuh?

Sama persis seperti Anda sakit, pergi ke dokter dan bertanya apakah ada garansi pasti sembuh? Pastilah semua dokter yang professional di dunia akan menjawab tidak. Tidak ada satupun pengobatan di dunia yang bisa memberikan jaminan kesembuhan kepada pasien ataupun kliennya. Karena manusia hanya bisa berusaha maximal, tapi keputusan akhir tetap ada di tangan Tuhan.

Hanya saja pengalaman kami menangani ribuan klien selama bertahun-tahun membuktikan kasus-kasus luka batin dan psikosomatik (problem yang disebabkan oleh pikiran) yang kami tangani, lebih dari 90% mendapatkan hasil yang memuaskan.

 
26.Oke saya tertarik, tapi saya masih bingung, Hipnoterapi itu prosesnya seperti apa?

1.   Interview / konselling

2.   Penjelasan mengenai apa itu hipnoterapi yang sesungguhnya

3.   Klien dibimbing untuk rilex dengan kondisi mata tertutup tapi tetap sadar. Posisi ini persis seperti saat Anda pulang kerja, lalu duduk selonjoran merilexkan badan. Istilahnya posisi PW (Posisi Wuenakk)

4.   Klien dibimbing untuk bisa menemukan akar masalahnya sendiri dan membereskannya sendiri dengan bimbingan terapis. Jadi persis seperti tanya jawab namun dalam kondisi rilex. Karena saat seorang klien memililki masalah maka sebenarnya yang paling tahu adalah klien itu sendiri, bukan saya, bukan pula orang lain. Itu sebabnya sebagai terapis saya hanya membimbing, sedangkan semua jawaban tentunya berasal dari klien yang bersangkutan. Otomatis klien harus tetap cukup sadar agar mampu menceritakan akar masalahnya dan menyembuhkannya dengan bimbingan terapis.

 
27.Jadwal prakteknya hari apa saja?

Setiap hari tergantung ketersediaan waktu tapi by appointment only, tidak bisa datang mendadak karena terapinya lama ber jam-jam. Itu sebabnya disarankan untuk appointment dari jauh-jauh hari.

 
28.Oke, saya tertarik. Berapa Profesional Fee nya? dan bagaimana caranya jika ingin mendaftar?

Untuk mengetahui Profesional Fee, untuk pendaftaran ataupun info lebih lanjut, silahkan langsung contact Imel Young disini



Sabtu, 13 Agustus 2016

Susah Ngomong, Pendiam, dan Kurang Tegas 37 tahun hanya karna...


Susah Ngomong, Pendiam, dan

Kurang Tegas 37 tahun hanya karna...


Jika ada uneg-uneg atau hal yang ingin dibicarakan, sebaiknya memang langsung diungkapkan. Namun berapa banyak dari kita yang mampu melakukannya? Bagaimana bisa berkomunikasi dengan baik jika mau ngomong saja terasa susah seperti ada yang mem blok atau menghalangi, akibatnya jadi tidak bisa bicara secara terbuka dan kurang tegas. Pada akhirnya orang yang berada pada kondisi demikian banyak yang memilih untuk menahan diri atau diam saja, namun orang lain yang tidak mengerti menganggapnya pendiam, padahal sebenarnya banyak sekali yang ingin dibicarakan tapi susah atau tidak bisa dikeluarkan.
Sebagai seorang manusia sekaligus mahluk social, tentunya kita menyadari pentingnya komunikasi dalam kehidupan sehari-hari. Baik di dalam pekerjaan, kehidupan pribadi, atapun kehidupan social, semuanya butuh komunikasi. Tanpa komunikasi yang baik, tentunya hubungan yang baik dan hangat hanya tinggal angan-angan. Tanpa komunikasi yang lancar, jangan harap naik jabatan bisa lancar pula. Tanpa komunikasi yang efektif, lupakanlah tentang mendapatkan klien yang potensial. Tanpa komunikasi yang baik dan lancar, jangan harap keluarga Anda bisa harmonis.

Coba diingat-ingat, berapa banyak Rumah Tangga yang hancur tercerai berai hanya karena kurang komunikasi ataupun komunikasi yang buruk. Tak terhitung pula betapa banyaknya anak-anak dan remaja yang tersesat di dalam pergaulannya, hanya karena kurangnya komunikasi yang baik terhadap orang tua ataupun keluarganya. Berapa banyak karyawan yang mengeluh telah bekerja keras namun tak kunjung naik jabatan/lama sekali baru bisa naik jabatan/naik gaji. Atau banyaknya para pebisnis yang merasakan susahnya mendapatkan customer. Sekali lagi ini soal komunikasi.

Komunikasi yang baik dan lancar tentunya berbanding lurus dengan hubungan yang baik dan hangat, baik itu di dalam hubungan internal keluarga ataupun terhadap teman, lingkungan, dan rekan-rekan kerja. Komunikasi yang baik dan lancar, membuat segala yang sulit menjadi lebih mudah. Sebaliknya komunikasi yang buruk dan terhambat, otomatis membuat segala yang mudah menjadi tampak begitu sulit.


Jangan pernah remehkan komunikasi. Saat komunikasi berjalan dengan mudah, lancar dan menyenangkan, rasakan perbedaan di dalam kehidupan sehari-hari. Keluarga yang dingin menjadi hangat. Teman yang asing bisa lebih akrab daripada saudara. Rekan kerja yang kurang friendly pun bisa berubah menjadi seperti sahabat karib. Atasan yang sangar pun bisa berubah memperlakukan kita seperti keluarga. Bahkan hubungan asmara yang telah terasa hambar pun bisa kembali membara. Sekali lagi kuncinya ada di komunikasi.

Pernahkah Anda kenal seseorang yang sekilas tampak biasa saja. Wajah biasa saja, prestasi biasa saja tak ada yang membanggakan, background keluarga pun biasa-biasa saja, tak ada yang istimewa. Tapi karena komunikasinya yang baik, lancar, dan menyenangkan, banyak orang menyukainya. Semua orang termasuk kita merasa senang jika berada di dekatnya. Itu sebabnya temannya banyak berlimpah dimana-mana. Urusan bisnis ataupun naik jabatan, termasuk urusan asmara pun menjadi jauh lebih mudah dan lancar.

Atau pernahkah Anda kenal seseorang yang wajahnya jelas lebih menarik dari orang pertama. Prestasi segudang, background keluarganya pun lebih baik dari yang pertama. Namun karena komunikasinya yang buruk ataupun tidak lancar, orang-orang, mungkin termasuk kita, jangankan untuk suka, akrab, menjalin hubungan bisnis ataupun asmara. Bergaul biasa saja pun kita enggan atau terasa malas. Kok bisa begitu? Sekali lagi yang membedakan hanyalah komunikasi.

Pentingnya komunikasi yang lancar, baik, dan menyenangkan juga dirasakan betul oleh salah seorang klien saya sebut saja namanya James (bukan nama sebenarnya), seorang pria usia 48 tahun yang berasal dari pulau Bangka.  James datang kepada saya dengan keluhan susah ngomong, kurang tegas, pendiam, serta tidak bisa berbicara secara terbuka kepada atasan, bawahan, teman, relasi, keluarga, dan terhadap setiap orang. James mengaku dirinya yang sekarang  lebih banyak menahan diri karena mau mengeluarkan sesuatu/berkata-kata itu susah, kaya ada sesuatu yang nge blok di dada, membuatnya merasa capek/lelah di dalam dirinya.


Sebagai seorang yang bekerja di bisnis perhotelan dengan jabatan yang lumayan tinggi, tentu saja memaksanya untuk sering berkomunikasi dan meeting dengan orang lain baik itu atasan, bawahan, ataupun klien-kliennya. Namun entah mengapa meskipun sebenarnya di dalam hati James memiliki banyak hal dan kata-kata yang ingin diungkapkan, tapi hampir semua tak bisa dikeluarkan oleh James. Sekeras apapun ia berusaha, semakin semua yang ingin diungkapkannya itu tersimpan rapat di hatinya, membuat di dadanya terasa seperti ada gumpalan/ganjelan besar yang kian hari kian membesar, membuatnya terasa semakin mengganjal, dan tentunya semakin sesak di dada.

Hal ini tentu saja sangat menganggu kehidupan, pikiran dan juga pekerjaan James. Betapa tidak, setiap kali bawahannya melakukan kesalahan ia tidak kuasa untuk menegurnya. Contoh: James memberikan tugas kepada bawahannya namun ternyata tidak dikerjakan. Seharusnya James menegur bawahannya, tapi karena James tidak bisa berbicara secara terbuka, ia pun memilih untuk menahan diri dan diam saja.

Hal yang sama juga terjadi saat James berinteraksi dengan atasannya. James mengaku meskipun ia memiliki banyak ide-ide bagus tapi saat mau di ungkapkan, rasanya seperti ada sesuatu yang nge blok di dada. Dan lagi-lagi James memilih untuk menahan diri dan diam saja. Hal ini tentunya sangat berimbas kepada hasil kerja dan juga prestasinya.


Bosan akan masalahnya yang puluhan tahun itu-itu saja namun tak kunjung selesai malah semakin parah, James akhirnya memutuskan untuk meminta bantuan hipnoterapis profesional. Atas rekomendasi saudaranya yang telah terlebih dahulu menjalani terapi bersama saya dan mendapatkan kesembuhan, James akhirnya datang menemui saya.

Sebenarnya saudaranya mempromosikan saya untuk menyembuhkan problem James yang lain namun sesampainya di ruang terapi ternyata masalah inilah yang sebenarnya paling mengganggu dan dirasa paling penting bagi James dan oleh karenanya paling penting untuk diselesaikan terlebih dahulu.

Berbekal asas keinginan klien adalah yang utama. Tentu saja yang saya proses adalah problem yang diajukan oleh klien, meskipun problem ini ternyata jauh berbeda/sangat tidak nyambung dengan problem yang sebenarnya dipesankan saudaranya James untuk disembuhkan. Memang akhirnya James mengungkapkan bahwa problem ini sudah puluhan tahun ia simpan sendiri. Bahkan keluarga termasuk ayah, ibu, ataupun kakak dan adik-adiknya tidak ada yang mengetahui masalahnya ini. Bisa dibayangkan betapa besar beban yang sesungguhnya dirasakan James setiap saat terutama setiap malam akibat menyimpan masalah ini selama puluhan tahun hidupnya.
Di ruang terapi James mengaku ia tidak hanya memiliki memiliki kesulitan berbicara secara terbuka kepada atasan ataupun bawahan, namun juga kepada teman-teman, saudara, serta keluarganya. James yang dulunya mengaku memiliki banyak teman kini hanya memiliki sedikit teman yang tersisa. Bahkan saat James memiliki masalah/kesulitan, tidak ada satu orang pun dikeluarganya yang tahu karena James yang sekarang mengaku lebih banyak menahan diri, tidak banyak ngomong. Singkat kata ia lebih memilih untuk diam saja, karena mau ngomong susah, mau mengeluarkan sesuatu/berkata-kata itu susah, kaya ada sesuatu yang nge blok di dada.  

Puluhan tahun memiliki masalah dalam berkomunikasi membuatnya sadar betul betapa hal tersebut sangat menghambat kualitas hidup dan kariernya. Oleh karenanya ia sangat ingin bisa lebih berani terbuka berbicara kepada atasan ataupun siapa saja, seperti dulu saat kecil. James menyadari sebagai orang yang susah berinteraksi dengan orang lain tentu saja sulit untuk bisa meraih sukses yang lebih tinggi lagi. “bagaimana bisa cepat naik pangkat jika disuruh memimpin meeting saja saya sering menghindar” ujar James.

Terlebih lagi hal itu juga ternyata terbawa di dalam pikirannya setiap saat terutama di waktu malam membuat di dalam dirinya menjadi tidak tenang. “kaya ada sesuatu yang nge blok di dada. Ingin ditumpahin tapi tidak bisa. Kaya ada yang nge blok/nahan di dalam diri” ungkap James. Penyesalan-penyesalan akan kata-kata yang semestinya ia ucapkan tadi siang namun tidak ia ucapkan, ternyata membuatnya menyesal. Dadanya terasa sesak dan tertekan seperti ada gumpalan besar. Namun ia tak tahu bagaimana cara untuk menyelesaikan masalahnya. Hal ini tentu saja mengganggu tidurnya dan membuat kualitas tidurnya menjadi buruk. “Mana bisa tidur?! kalaupun akhirnya tertidur juga tidak bisa nyenyak karena banyak pikiran!” keluh James.


Memang seperti itulah cara kerja pikiran bawah sadar. Jika Anda memiliki masalah, maka sebenarnya pikiran bawah sadar itu akan berusaha untuk memberitahukan kepada Anda dengan segala macam cara. Karena Pikiran Bawah Sadar  (PBS) itu sangat sadar penting nya untuk menyelesaikan masalah yang ada secepat mungkin, namun sayangnya Pikiran Bawah Sadar bukanlah problem solver. PBS tidak bisa menyelesaikan masalahnya sendiri.

Itu sebabnya PBS hanya sibuk “membunyikan alarm” di dalam tubuh Anda yang bisa Anda rasakan dalam bentuk perasaan (feeling), pikiran (tiba-tiba kepikiran), firasat, ataupun sensasi fisik seperti sakit di tubuh fisik Anda seperti sakit kepala, leher/pundak/punggung kaku, kram, asam lambung berlebih, tangan kaki dingin/kaku/bengkak, termasuk rasa tidak enak atau tidak nyaman yang Anda rasakan di dada/hati Anda, yang jika didiamkan maka semakin hari akan terasa seperti ada tekanan/ganjalan di dada yang semakin hari terasa semakin sesak dan membuat hati dan pikiran menjadi semakin tidak tenang/tidak nyaman.

James mengaku ia sudah lelah hidup terkungkung seperti ini. Ia ingin bisa kembali seperti dulu, bisa bicara bebas dan lepas kepada semua orang. James mengaku saat kecil ia tidak seperti ini. Ia orang yang ceria, punya banyak teman dan tentunya bisa berbicara bebas dan lepas seperti orang-orang pada umumnya.

Setelah jelas dengan masalah yang ingin disembuhkan oleh James, sayapun memberikan penjelasan mengenai apa itu Hipnoterapi yang sesungguhnya. Berbeda dengan kebanyakan orang yang masih seringkali menyamakan hipnoterapi dengan yang biasa mereka lihat di acara TV,  James mengetahui bahwa Hipnoterapi ini adalah terapi untuk penyembuhan yang sangat berbeda dengan yang biasa kita lihat di TV. Karena sebenarnya memang hipnoterapi ini dilakukan secara sadar namun pada kondisi yang sangat rilex (istilahnya: PBS=Pikiran Bawah Sadar). Untuk mengetahui apa itu PBS yang sesungguhnya bisa klik disini dan untuk menjawab pertanyaan yang sering ditanyakan bisa pula klik disini.

Setelah James menjadi jelas mengenai apa itu Hipnoterapi yang sebenarnya, saya lalu mulai membimbing James memasuki kondisi rilexasi yang dalam dan menyenangkan. Sangat mudah bagi James untuk bisa memasuki Pikiran Bawah Sadarnya karena niat yang tinggi bagi James untuk bisa benar-benar sembuh dan terlepas dari masalah ini. Sekali lagi, hipnoterapi merupakan self healing, dimana klien yang menyembuhkan dirinya sendiri, sedangkan terapis hanya membimbing klien agar bisa menyelesaikan sendiri masalahnya di Pikiran Bawah Sadarnya klien.

Di dalam proses terapi diketemukanlah akar permasalahan James yang sesungguhnya, yakni saat James berusia 11 tahun. Rupanya James kecil merasa sakit hati karena teman-temannya suka meledeknya. Berawal saat James lagi main di sekolah saat ia lagi ngumpul sama teman, ledek-ledekan. Kebetulan jaman itu jamannya film “Si Doel Anak Betawi” lagi hits-hits nya. Kemudian entah mengapa salah seorang temannya mulai meledek James, mengatakan wajah James jelek kaya Oplet nya “Si Doel Anak Betawi” , dan mulai mengganti nama James menjadi “Oplet” (padahal wajah sebenarnya lumayan ganteng). Yang parahnya, di jaman itu jika 1 orang teriak-teriak memanggil James “Oplet”, teman-teman James yang lain, yang sebenarnya tak tahu apa-apa, ikut-ikutan meledek James dan memanggilnya Oplet.


Rupanya kejadian itu membuat James kecil merasa malu, sebel, kesel, marah, rendah diri, dan berbagai rasa tidak enak/tidak nyaman lainnya. Hal yang sekilas tampak biasa saja karena becandaan seperti itu umum sekali kita temukan di kalangan anak kecil yang beranjak remaja seperti James. Ternyata tanpa disadari, tidak hanya membuat Bawah Sadar James sakit hati (traumatic) namun juga secara bertahap merubah James menjadi pendiam, bahkan hingga puluhan tahun kemudian (usia James kini 48 tahun). Kejadian yang sekilas tampak sepele dan tak berarti itulah ternyata akar masalahnya.

Di dalam proses terapi James kemudian dibimbing untuk bisa merelease/melepaskan semua rasa tidak nyaman yang berbentuk bagaikan gumpalan di hatinya, dengan mudah & menyenangkan. Tidak hanya itu, James juga dibimbing untuk bisa mengambil hikmah dari kejadian itu. Di akhir terapi, James mengaku tidak hanya hatinya merasa lega dan bisa ngomong, ia juga bisa belajar memaafkan orang, menerima kejadian dengan ikhlas/tidak dimasukkan ke hati, serta tidak gampang terpengaruh ataupun marah. Bahkan sesaat setelah James selesai terapi & membuka mata, ia mengaku kini dirinya merasa Happy, lega, berenergi, tenang, kalem pikirannya, dan ia telah berubah karena ganjalan-ganjalan di dalam didirnya kini telah hilang. Dadanya juga terasa enak, plong, dan lebih segar.


“Nggak sangka yaa, ternyata itu yang jadi akar permasalahannya. Saya ingat memang ada kejadian itu. Tapi saat itu rasanya biasa saja” ujar James. Ternyata hal yang bagi Pikiran Sadar James merupakan kejadian yang biasa saja dan tidak penting, dimaknai berbeda, mendalam, dan traumatic oleh Pikiran Bawah Sadar James. Pertanyaannya:  Jika kejadian kecil yang sekilas tampak tak berarti itu bisa memberikan efek yang begitu besar bagi kehidupan seseorang, apalagi kejadian yang jelas-jelas traumatic? Bagaimana menurut Anda?


Update terakhir:

Beberapa minggu setelah menjalani terapi James memberikan kabar bahwa kini dirinya sudah enak rasanya saat ngobrol sama boss ataupun bawahannya. Hati dan dadanya nya juga sudah merasa plong. Hambatannya dalam berkomunikasi sudah hilang, bicaranya juga sudah lancar. Komunikasi dengan rekan kerja/teman-temannya juga sudah jauh lebih baik. Yang biasanya ada ganjalan di dada sekarang sudah plong/lancar.



Testimoni Asli klien setelah 2 minggu terapi (identitas dirahasiakan)






Sebelum terapi, saat bawahan klien tidak melakukan tugas yang diperintahkan atau melakukan kesalahan, klien tidak berani menegur (kurang tegas). Setelah terapi jika ada bawahan yang tidak melakukan tugas yang diperintahkan atau melakukan kesalahan, klien sudah berani menegur (tegas dan baik-baik, seperti yang seharusnya dilakukan oleh atasan yang professional)



Testimoni Asli klien setelah 2 bulan terapi (identitas dirahasiakan)



Notes: Mengingat kode etik, semua identitas klien dirahasiakan demi kenyamanan klien