Jumat, 29 Desember 2017

Anak Sakit Hanya di Hari Tertentu Saja. Loh Kok Bisa?

Anak Sakit Hanya di Hari Tertentu Saja. Loh Kok Bisa?


Ada banyak sekali problematika dalam kehidupan anak sehari-hari terutama di masa modern seperti sekarang ini. Mulai dari urusan internal hingga eksternal. Mulai dari stress, bullying, tertekan, hingga munculnya penyakit yang hanya kambuh di hari-hari tertentu. Hal ini tentu saja seringkali membuat para orang tua yang begitu menyayangi anaknya juga menjadi ikut-ikutan stress. Hal yang sama juga dialami oleh salah seorang klien saya beberapa waktu lalu.

“Bu, anak saya setiap hari jumat malam hingga sabtu pagi dan minggu malam hingga senin pagi selalu sakit. Dan sakitnya itu kalo lagi kambuh bisa sangat parah. Mulai dari pusing, sakit kepala, sakit di dada, sakit perut, sakit di alis mata, semua sakit. Kami sudah membawanya ke dokter  mulai dari dokter anak, dokter umum paling senior di daerah kami, dokter spesialis anak di Jakarta, hingga psikolog di Jakarta dan anak saya masih belum kunjung sembuh." 

"Secara fisik kata dokter tidak ada masalah, namun anak saya jelas merasakan sakit” tutur seorang ibu muda yang datang dengan raut muka khawatir saat membawa anaknya untuk terapi ke klinik Hipnoterapi saya. Ibu ini datang dari sangat jauh, dari ujung Indonesia yakni Papua Irian Jaya karna sudah tidak tahu lagi harus berobat kemana.

Anaknya, sebut saja namanya Jessica (bukan nama sebenarnya) merupakan seorang anak perempuan manis berusia 8 tahun. Pada awalnya Jessica sempat dicurigai terkena berbagai penyakit mulai dari malaria, hingga sakit  mata dikarenakan gejala yang dialami. Namun pada akhirnya semua pemeriksaan fisik mengatakan tidak ada masalah. Hingga pada akhirnya Jessica dibawa ke psikolog dan dikatakan mungkin ada factor eksternal. Maklumlah meski tergolong anak yang pintar dan berani namun tipenya suka memendam saat ada masalah.

Jessica kerap mengalami sakit di hari jumat malam hingga sabtu pagi, dan juga minggu malam hingga senin pagi. Entah apa penyebabnya, yang jelas di saat kambuh Jessica mengalami sakit yang teramat sangat yang tentunya membuat kedua orang tuanya yang sangat menyayanginya menjadi sangat khawatir.

Jessica sendiri pun tidak tahu apa yang menjadi penyebab dari penyakitnya tersebut.  “yang jelas rasanya sakit kepala, pusing, sakit perut, dada sakit, dan seperti digigit semut di alis mata sebelah kiri. Bahkan jalannya pun sampai kaya zombie, sampai mau jatuh saking sakitnya” ujar Jessica polos.  



Karna sakit Jessica seringkali kambuh di hari jumat malam hingga sabtu pagi dan minggu malam hingga senin pagi, maka Jessica kerap tidak masuk sekolah di hari Sabtu dan Senin.

Apalagi saat Jessica mendengar suara keras atau ribut, sakit kepalanya semakin menjadi jadi. Hal ini telah berlangsung selama 2 bulan terutama saat jam-jam menjelang tidur malam dan frekuensinya semakin lama menjadi semakin sering.

Saya pun melakukan sesi konseling kepada Jessica untuk mengetahui lebih jelas mengenai permasalahannya langsung dari Jessica sendiri. Setelah memastikan tangki cinta Jessica penuh dan besar kemungkinan penyebabnya dari eksternal, bukan dari internal. Saya pun memberikan informasi yang mendalam mengenai apa itu hipnoterapi yang sesungguhnya. Tahap ini merupakan tahap yang sangat penting guna menyiapkan diri klien untuk bisa menjalani sesi hipnoterapi.

Setelah mengetahui dengan jelas apa itu hipnoterapi yang sebenarnya Jessica pun dengan keinginannya sendiri bersedia untuk menjalani sesi hipnoterapi. Hal ini penting karna syarat utama seseorang bisa dihipnoterapi adalah adanya niat sungguh-sungguh dari orang yang bersangkutan untuk sembuh. Karna hipnoterapi sebenarnya merupakan self healing dimana klien menyembuhkan dirinya sendiri dengan bimbingan hipnoterapis di kondisi Pikiran Bawah Sadar yakni sangat rilex dan sangat fokus.

Saat proses terapi akhirnya diketemukan berbagai akar penyebab masalahnya. Ternyata saat Jessica lagi ulangan PKN di sekolah, jawabannya dirasa susah bagi Jessica sehingga membuat kepalanya pusing dan dadanya sakit. Jessica pun ijin ke kamar mandi untuk menelepon mamanya, maksud hati Jessica ingin pulang saja. Namun karna itu sudah pelajaran terakhir dan sebentar lagi memang sudah jam pulang, mamanya menyarankan Jessica untuk tahan sebentar hingga jam nya pulang. Kejadian ini yang ternyata di kemudian hari menyebabkan dadanya sering sakit dan sesak.

Selain kejadian itu ada juga kejadian dimana Jessica sehabis jam istirahat di sekolah, gurunya mengumumkan besok jam untuk disuntik imunisasi akan dimajukan. Hal ini mengakibatkan satu kelas jadi ribut teriak-teriak karna takut disuntik.

Berbeda dengan anak-anak seumurnya yang ribut teriak-teriak karna ketakutan mau disuntik, Jessica sebagai anak yang pintar dan pemberani merasa bingung dan terganggu dengan teriakan heboh dan ribut dari teman-teman sekelasnya. Ia merasa “disuntik imunisasi itu biasa saja, tak perlu lah sampai teriak-teriak ribut berlebihan begitu”. Hal ini yang ternyata di kemudian hari menyebabkan Jessica sering sakit kepala yang teramat sangat.

Ditambah lagi peristiwa saat Jessica lagi sakit dan mau tidur di kamar papi maminya, eh kamarnya berantakan. Jessica pun berinisiatif untuk membereskan kamar tersebut. Namun di alis matanya terasa semutan. Apalagi saat setelah itu Jessica istirahat di kamar maminya dan mati lampu, membuat alis matanya terasa makin semutan. Hal itu yang ternyata di kemudian hari membuat alis matanya sering terasa semutan.

Masih ada lagi kejadian saat Jessica lagi di dokter. Setelah di cek ternyata bukan penyakit malaria namun masih ada sakit kepala, pusing-pusing sampai jalannya terhuyung-huyung kaya zombie hingga membuat Jessica takut terjatuh. Hal ini pula yang dikemudian hari membuat Jessica saat sakitnya kambuh, jalannya terhuyung-huyung mau jatuh. “Jalannya jadi kaya Zombie” ujar Jessica dengan polosnya.

Ini semua adalah sebagian kecil dari contoh-contoh trauma sakit. Yakni dimana seseorang pernah sakit dan berhasil sembuh, namun ternyata memori bawah sadarnya masih menyimpan trauma dan rasa sakit ini sehingga jika terpicu oleh suatu kejadian tertentu, maka rasa sakit ini akan kembali dan benar-benar tampak seperti sakit fisik. Bedanya saat diperiksa ke dokter, kata dokter sehat, namun yang bersangkutan tetap merasakan sakit.

Semua rangkaian kejadian tersebut membuat Jessica sakit hanya di hari-hari tertentu. Mulai dari sakit kepala, pusing, sakit perut, dada sakit, alis mata seperti digigit semut, hingga jalannya terhuyung-huyung kaya zombie mau jatuh. Oiya, sakit perut tentu saja merupakan salah satu indikasi dimana seseorang menderita stress.



Karena saat seseorang stress kalau stress nya “lari” ke atas maka salah satu gejalanya adalah sakit kepala, sinus, leher belakang kaku, sariawan dan pundak kaku. Sedangkan kalau stress nya “lari” ke bawah maka gejalanya adalah pinggang kaku, kram saat menstruasi, menstruasi tidak lancar, kram pada tangan dan kaki, sembelit, asam lambuh berlebih, tangan dan kaki dingin, bengkak, serta kaku.

Singkat cerita, dengan bimbingan hipnoterapis dan tehnik-tehnik advance, Jessica pun berhasil mencabut semua akar masalah yang menyebabkannya sering sakit dan menyembuhkannya di level Pikiran Bawah Sadar nya. Itu sebabnya hipnoterapi seringkali dikenal sebagai self healing dimana klien menyembuhkan dirinya sendiri dengan bimbingan hipnoterapis. 

Karena self healing maka hipnoterapi mampu menyelesaikan masalah tanpa obat-obatan, vitamin, dsj sama sekali. Itu sebabnya semakin banyak orang yang menyukai metode hipnoterapi ini untuk menyembuhkan masalahnya karena selain relatif cepat, tanpa obat-obatan, tidak ada ketergantungan obat ataupun supplement, pastinya bebas dari efek samping karna alami dan penyembuhannya berasal dari dalam diri sendiri.

Selesai terapi Jessica langsung merasa lega, plong, nyaman sekali… dan pastinya sudah sehat seperti sedia kala. Jessica pun siap melanjutkan sekolahnya setiap hari seperti biasa.

Tak ada cara yang lebih efektif untuk menguji keberhasilan terapi Jessica selain mengirimnya pulang ke Papua, Irian Jaya, dan mengetesnya langsung.

Sungguh senang saya saat orang tuanya secara berkala menginformasikan bahwa Jessica kini sudah kembali sehat dan baik-baik saja. Jessica pun bisa kembali masuk sekolah secara normal setiap hari seperti biasanya. Jessica kini sudah bisa kembali ceria berkumpul bersama dengan teman-temannya di sekolah. Bahagia dan lega pun kembali mewarnai kehidupan Jessica dan keluarganya.

#sayaterapisyangbahagia

Notes:
Jika Anda, anak anda, atau orang yang anda kenal mengalami sakit apapun itu yang berulang ataupun hanya kambuh di saat-saat tertentu saja, hampir pasti itu adalah penyakit psikosomatik yakni disebabkan oleh pikiran. Dan oleh karenanya bisa disembuhkan dengan hipnoterapi.

Jika Anda, anak anda, atau orang yang anda kenal mengalami sakit apapun itu, sudah di cek ke dokter, dokter mengatakan anda baik-baik saja namun anda jelas-jelas merasa sakit, hampir pasti itu adalah penyakit psikosomatik yakni disebabkan oleh pikiran. Dan oleh karenanya bisa disembuhkan dengan hipnoterapi.

Tahukah Anda lebih dari 90% penyakit fisik disebabkan oleh pikiran? 



Dan oleh karenanya bisa disembuhkan dengan hipnoterapi...


#imelyoung
#sayaAWGI

0 komentar:

Posting Komentar