Alergi
Debu 30 Tahun Sembuh dengan Hipnoterapi?
Apakah Anda
sering bersin disertai hidung dan mata yang kemerahan, hidung berair (meler),
serta gatal? Bisa jadi Anda menderita alergi.
Reaksi alergi adalah masalah yang diderita banyak orang. Terdapat
banyak jenis alergi, namun yang paling sering ditemukan adalah alergi terhadap
debu.
Debu
merupakan musuh terbesar bagi pada penderita alergi debu. Karena debu ini
berbentuk partikel-partikel kecil dan sulit untuk dilihat, maka penderita sulit
untuk menghindari dampak dari alergi ini, seperti bersin. Jika sudah terpapar
oleh debu, penderita biasanya langsung bersin-bersin dan aktivitasnya jadi
terganggu.
Gejala Alergi Debu
Gejala-gejala
Alergi Debu bisa berupa:
-Bersin-bersin
-Pilek
-Ingusan (Hidung Berair)
-Mata merah, gatal dan berair
-Hidung tersumbat
-Hidung Gatal
-Iritasi Tenggorokan
-Batuk
Apa yang menyebabkan reaksi alergi?
Alergi
terjadi ketika sistem imun bereaksi terhadap zat asing seperti debu, tungau,
kecoa, udara dingin, bau-bauan tertentu, jamur (tempat lembab), asap, serbuk
sari, serta bulu-bulu dari hewan peliharaan seperti kucing, anjing, dan burung.
Sistem imun memproduksi protein yang dikenal sebagai antibodi. Beberapa antibodi melindungi Anda dari penyusup yang dapat membuat Anda sakit atau infeksi. Ketika Anda memiliki alergi, sistem imun membuat antibodi mengidentifikasi zat tertentu sebagai sesuatu yang berbahaya, meskipun sebenarnya tidak.
Ketika Anda menghirup atau terpapar
alergen, sistem imun merespon dan menghasilkan respon peradangan di hidung atau
paru-paru. Kontak yang terlalu lama atau berulang dengan alergen dapat
menyebabkan peradangan berkelanjutan yang terkait dengan asma.
Faktor resiko
· Memiliki riwayat keluarga alergi: Anda
mungkin memiliki sensitivitas lebih terhadap tungau debu jika anda memiliki
riwayat keluarga yang memiliki alergi.
· Paparan tungau debu: Paparan tungau debu
yang terlalu lama meningkatkan resiko Anda memiliki alergi tungau debu. Oleh
karenanya, ada baiknya Anda menghindari paparan tungau yang berlebih/terlalu
lama.
Sampai sini Anda mungkin masih bertanya-tanya, apa
hubungannya Alergi dengan Hipnoterapi? Alergi jelas-jelas penyakit fisik,
sedangkan Hipnoterapi jelas-jelas terapi untuk mengobati penyakit Psikosomatik. Tapi nyatanya, salah
seorang klien saya yang alergi debu, sembuh total dengan Hipnoterapi. Kok bisa
begitu?
Suatu hari saya kedatangan seorang klien, lelaki
berumur 38 th, sebut saja namanya Budi (bukan nama sebenarnya). Budi menderita
Alergi Debu sedari kecil. Tidak hanya Budi, seluruh lelaki dari keluarga
besarnya memiliki garis keturunan (baca: penyakit keturunan) yang sama yakni
Alergi Debu. Mulai dari kakek, ayah, semua saudara lelaki ayah, Budi, serta
semua saudara lelaki Budi, memiliki penyakit keturunan yang sama yakni Alergi
Debu.
Semua orang yang memiliki penyakit Alergi, terutama
Alergi Debu, pastinya tahu betul betapa menyiksanya penyakit yang sekilas
tampak sederhana itu.
Untuk alasan itulah Budi datang kepada saya.
Pekerjaannya sehari-hari di gudang tua, menuntut ia untuk selalu bekerja dengan
dikelilingi debu. Debu tebal adalah pemandangan wajar sehari-hari Budi saat ia
bekerja di gudang tua. Bisa bayangkan, betapa tersiksanya Budi, dari pagi
sampai sore bekerja di tempat yang memaksa alerginya terus kumat sepanjang
hari.
Mata berair, hidung berair (meler), hidung gatal, batuk, iritasi pada tenggorokan,
serta bersin
berulang-ulang adalah suatu hal yang umumnya terjadi pada seseorang yang
memiliki Alergi Debu, begitu pula Budi. Jika hanya sebentar, mungkin tak
terlalu masalah, tapi bayangkan jika hal-hal seperti itu terjadi setiap hari,
sepanjang hari, selama lebih dari 30 tahun…
Saat datang kepada
saya, Budi mengaku sudah bosan dan lelah dengan alergi debunya. Apalagi,
kondisi kamarnya yang tidak terlalu besar, membuat Budi harus tidur persis di
sebelah gordyn yang gampang berdebu, ditambah lagi Budi tidak punya pembantu,
membuat gordyn nya hampir tidak pernah dicuci pula.
Setiap malam
menjelang sebelum tidur, Budi kerap bersin-bersin, dan batuk-batuk sampai tidak
bisa ngomong karena ia terus bersin ataupun batuk-batuk tanpa henti. Tentu saja
ini sangat menganggu tidur Budi ataupun isterinya. Berbekal informasi seadanya
tentang Hipnoterapi yang menjelaskan bahwa Hipnoterapi bisa menjadi salah satu
alternative pengobatan yang sangat efektif untuk menyembuhkan alergi, Budi pun
datang ke saya.
Dengan menggunakan
tehnik tertentu, dicarilah penyebab/akar masalah Budi hingga sampai memiliki
Alergi Debu. Ternyata penyebabnya berawal saat kelas 3 SD waktu gunung
galunggung meletus dan mengakibatkan seluruh rumah ditutupi oleh debu tebal. Sebenarnya
ibu Budi sudah memperingatkan Budi agar memakai masker dan jangan dekat-dekat
jendela. Namun Budi kecil diperingatkan seperti itu malah iseng buka masker dan
meniup-niup debu tebal yang ada di jendela. Akibatnya tentu saja Budi kecil
menjadi batuk-batuk.
Ibu Budi yang
mengetahui Budi batuk-batuk karena iseng sengaja tiup-tiup debu yang ada di
jendela akhirnya malah memarahi Budi dan berkata “Syukurin!!”. Itulah ternyata
cikal bakal Budi menderita Alergi Debu selama lebih dari 30 tahun. Ya betul, hanya
karena itu.
Hanya karena penyebab yang sekilas tampak sepele, tak berkesan, dan
tak berarti bagi Pikiran Sadar Budi, namun ternyata Pikiran Bawah Sadar Budi
memberikan makna yang berbeda. Dan dengan kekuatan hingga 99%, kekuatan Pikiran
Bawah Sadar Budi, bisa dengan bebas mengendalikan kesehatan, kehidupan,
kebiasaan, serta perilaku Budi, tanpa Budi sadar.
Untuk penjelasan lebih lanjut mengenai seberapa besar kekuatan Pikiran Bawah Sadar bisa klik di SINI.
Untuk penjelasan lebih lanjut mengenai seberapa besar kekuatan Pikiran Bawah Sadar bisa klik di SINI.
Untunglah Hipnoterapi
dengan teknologi pikiran, bisa mencabut akar masalah serta mengambil
hikmah/pembelajaran dari kejadian itu. Sesaat setelah akar masalah Budi
dicabut, seketika itu pula Alergi Debu nya berangsur sembuh. Bahkan saat terapi
baru saja selesai dilakukan, saya langsung berinisiatif mengecek apakah Budi
sudah benar-benar sembuh dengan cara mendekatkan kepada Budi, mantan boneka
kesayangan saya yang selama 17 tahun belum pernah dicuci sama sekali dari baru,
membuat warna boneka saya yang semula berwarna putih, kini berwarna cokelat
keabu-abuan.
Saat saya
tepuk-tepuk boneka berdebu itu, otomatis banyak sekali debu keluar dan
berterbangan dari boneka tersebut, sampai-sampai saya pun yang jelas-jelas tak
punya alergi debu, hidungnya sampai sakit saking banyaknya debu yang
berterbangan. Tapi herannya, Budi yang awalnya jika berjarak kurang dari 1
meter dengan debu langsung bersin-bersin, kini meskipun budi dikasih debu
persis di depan hidungnya ia hanya complain “Busyett….., ngebul amatt!!” tapi
tidak bersin-bersin.
Update terakhir:
Kini sudah lebih dari 1 tahun sejak Budi menjalani Hipnoterapi untuk
menyembuhkan Alergi Debu nya dan hingga kini Budi mengabarkan telah sembuh
total dari Alergi Debu nya.
Semoga pengalaman
saya di ruang terapi memberikan inspirasi & informasi yang bermanfaat bagi
kesehatan Anda.
#ImelHipnoterapis
#SayaAWGI
0 komentar:
Posting Komentar