Minggu, 01 Mei 2016

Manfaat HypnoCancer


Manfaat HypnoCancer

 

Menurut DSM-IV para pasien yang didiagnosa memiliki penyakit yang mengancam nyawa akan memiliki kriteria “terkena stressor traumatic ekstrem”. Jadi, mengurangi simtom-simtom trauma merupakan tujuan dari perawatan kepada pasien termasuk pasien kanker.

 

Berbagai riset dilakukan oleh para peneliti di seluruh dunia seperti Fawzy di tahun 1990, Greer di tahun 1989, Spiegel di tahun 1990, dan Siverman di tahun 1990 menunjukkan secara klinis para pasien kanker akan mengalami simtom-simtom psikologis.  Dari riset tersebut para pasien kanker mengalami kegelisahan, depresi dan pudarnya perasaan bahagia.

 

Classen melakukan riset kepada para pasien kanker payudara di tahun 2001 dan hasilnya cukup membuat ngeri. 22-50% pasien kanker mengalami depresi, 3-19% mengalami PTSD ( Post Traumatic Stress Disorder)  dan 33% mengalami stress yang akut. Dan yang lebih menyedihkan, pada saat pada pasien mengalami simtom-simtom tersebut maka di periode itulah penyakit kanker mereka meningkat.

 
Cancer DNA


Stress Memperpendek Umur Para Pasien Kanker.

 

Saya tahu kanker telah menjadi momok yang mengerikan bagi banyak orang. Tapi tahukah Anda kalau lebih dari 50% pasien kanker hidup panjang umur dan meninggal karena hal lain selain kanker? Saya yakin anda dan hampir setiap orang tidak mengetahui fakta tersebut. Karena itu setiap orang yang di diagnosa kanker akan mengharapkan rasa sakit, umur pendek, kematian yang mengerikan dan penderitaan di dalam pikirannya. Mereka akan mengisolasi diri dan mengalami gangguan emosi yang akut. Alhasil, kualitas kehidupan penderita kanker tersebut menjadi sangat buruk dan tubuhnya hampir tidak mungkin untuk memerangi kanker tersebut.

 

Spiegel dan Bloom  melakukan riset di tahun 1983 dan hasilnya menyatakan rasa gelisah yang dirasakan oleh pasien kanker akan mengakibatkan naiknya rasa sakit akibat kanker. Depresi yang diderita pasien kanker ternyata memproduksi keluhan-keluhan fisik secara signifikan.  Dan efeknya akan memperpendek umur pada pasien kanker itu sendiri.

 

Stress Melemahkan Kekebalan Tubuh Para Pasien Kanker.

 

Seseorang yang didiagnosa menderita kanker akan mengalami stress yang berkepanjangan. Mengapa bisa demikian? Itu terjadi karena pemicu stress nya adalah sakit kanker itu sendiri. Belum lagi ditambah dengan efek samping kemoterapi yang membuat mual, kerontokan rambut, hilangnya nafsu makan dan lemah.  Semua hal itu akan melemahkan daya tahan tubuh pasien kanker.

 

Riset menemukan pada pasien kanker mengalami pemulihan kesehatan fisik dan psikologis dalam tahun pertama. Namun, 2 tahun kemudian mereka akan mengalami penurunan kesehatan dan mulai mengalami berbagai gangguan, seperti disfungsi seksual atau ketakutan akan kambuh.

 

Jika penelitian menemukan para pasien kanker akan mengalami penurunan kesehatan di tahun ketiga,  tapi mengapa ada pasien kanker yang tetap sehat bahkan di penghujung umurnya dia meninggal karena usia tua dan bukan karena penyakit kanker itu sendiri? Pertanyaan itu mendorong para peneliti untuk melanjutkan penelitian.

 

Dari penelitian tersebut ditemukan satu hal yang signifikan, yaitu faktor pikiran ternyata sangat mempengaruhi sistem kekebalan tubuh manusia. Dan bagi pasien kanker, kekebalan tubuh merupakan bahan tentara utama untuk memerangi kankernya.

 

Sebuah riset sangat menarik dilakukan kepada 392 pasien dengan penyakit parah tapi memiliki seseorang yang menjaganya dengan penuh kasih sayang dan 427 pasien dengan penyakit parah tapi tidak memiliki seseorang yang menjaganya. Ternyata,  para pasien yang memiliki pendamping yang menyayanginya memiliki 63% lebih panjang umur dibandingkan para pasien yang tidak memiliki pendamping yang menyayanginya. Ini terjadi karena tingkat kekebalan tubuh para pasien yang dirawat dengan kasih sayang lebih tinggi dibandingkan para pasien yang dirawat tanpa kasih sayang.
 

Negativity brings down your immune system specially for cancer
 

Stress yang terbukti menurunkan kekebalan tubuh. Alhasil, tubuh tidak lagi bisa menghadapi antigen seperti  virus. Sebuah riset dilakukan di sydney di tahun 1970-an  dan dari riset tersebut ditemukan kesedihan karena kehilangan orang-orang yang dicintai, perceraian, kesepian, pengangguran dan panik saat ujian terbukti menurunkan sistem kekebalan tubuh manusia.

 

Hipnoterapi Melepaskan Stress Para Pasien Kanker.

 

Hipnoterapi terbukti sangat efektif untuk melepaskan stress bukan hanya kepada pasien kanker.  Riset dilakukan di Australia di tahun 1997 kepada anak-anak sekolah. Dari riset tersebut ditemukan anak-anak yang memiliki tingkat stres yang tinggi ternyata mengalami infeksi pernapasan dan flu yang terus berulang. Kepada anak-anak tersebut dilakukan Hipnoterapi untuk melepaskan stress. Hasilnya, terjadi penurunan 50% di jumlah hari sakit anak-anak tersebut.

 



Hipnoterapi sangat efektif digunakan untuk menimbulkan kembali perasaan bahagia  para pasien kanker. Sugesti hipnosis akan sangat membantu  mengurangi bahkan memusnahkan efek samping dari kemoterapi. Ditambah lagi Hipnoterapi bisa meningkatkan rasa percaya diri dan harapan pada pasien kanker.

 

Hipnosis Mengurangi Bahkan Memusnahkan Rasa Sakit Pada Pasien Kanker.

 

Pernahkah Anda membayangkan merasakan sakit terus-menerus selama 24 jam setiap harinya? Bahkan, untuk membayangkannya saja saya yakin Anda tidak mau. Tapi itulah yang sedang dialami oleh sebagian pasien kanker. Mereka mengalami rasa sakit akibat kanker itu sepanjang waktu. Dan mereka akan sangat terima kasih jjika ada solusi untuk mengurangi rasa sakit mereka.

 

Dave Elman, salah seorang pionir hipnosis, memiliki ayah yang menderita sakit kanker. Ayahnya sepanjang saat mengalami rasa sakit. Bahkan obat medis sudah tidak bisa mengurangi sakitnya.  Suatu hari seorang Hipnoterapi datang dan membuat rasa sakit ayahnya berkurang.  Dave Elman sangat berterima kasih kepada Hipnoterapis tersebut sampai-sampai dia berhasrat mempelajari Hipnoterapi untuk membantu orang-orang lain seperti ayahnya. Akhirnya mimpi Dave Elman terwujud,  dia menjadi pengajar Hipnoterapi kepada para dokter medis di Amerika.

 
Riset dilakukan oleh Spiegel tentang penggunaan hipnosis sebagai manajemen nyeri pada pasien kanker. Para pasien kanker payudara menjalani Hipnoterapi untuk melepaskan  rasa sakit setiap minggu selama satu tahun. Hasil riset tersebut mengagumkan! Para pasien kanker yang menerima Hipnoterapi memiliki umur dua kali lebih panjang dibandingkan para pasien yang tidak menerima Hipnoterapi.

 

Hipnoterapi sangat dibutuhkan oleh pasien kanker:

- Hipnoterapi sangat efektif mengurangi atau memusnahkan rasa sakit
  akibat kanker termasuk rasa mual akibat kemoterapi dan efek obat

- Hipnoterapi sangat aktif untuk menumbuhkan perasaan bahagia pada
  pasien kanker sehingga meningkatkan sistem kekebalan tubuh
  mereka untuk memerangi kanker itu sendiri

- Hipnoterapi sangat efektif untuk membangun rasa percaya akan
  kesembuhan dan rasa percaya kepada dokter yang merawatnya dan
  efektivitas obat yang dikonsumsinya

- Hipnoterapi efektif untuk melepaskan stress, depresi, ketakutan dan
  berbagai emosi negatif para pasien kanker

- visualisasi dan sugesti  pada Hipnoterapi menciptakan  
  self healing pada tubuh para pasien kanker

 
Fight Cancer


Tujuan dari hypnocancer adalah:

- Melepaskan stress setiap saat dengan kanker sebagai stressornya

- Melepaskan kegelisahan tentang apakah bisa selamat

- Mengurangi efek samping pengobatan seperti rasa sakit, mual, lemah,
  rambut rontok dan berubahnya bentuk tubuh melemahkan psikologis
  pasien

- Melepaskan  trauma emosional

- Mengurangi  Disfungsi Seksual

- Meningkatkan Percaya Diri dan perasaan menarik dalam berhubungan
  seksual

- Melepaskan ketakutan akan kambuh

- Kesulitan menerima kenyataan


Semua problem psikologi diatas akan menurunkan kekebalan tubuh pasien kanker sehingga tubuhnya tidak mampu untuk memerangi penyakit kanker itu sendiri. Stress yang dialami para pasien kanker akan mengurangi kapasitas untuk memerangi antigen (seperti virus). Dengan menangani stress pada para pasien kanker akan meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan mengurangi infeksi.

 
Your Body Was Made to Heal Itself


Riset menemukan perasaan positif pada para pasien kanker akan mempengaruhi langsung  pada peningkatan kesehatan fisik pasien seperti pengurangan efek samping kemoterapi dan radioterapi. Dan di area inilah hipnosis mempunyai efek yang kuat. Hipnosis bisa mengubah persepsi pasien terhadap penyakitnya, yaitu simtom kanker menjadi tidak terlalu serius bahkan tidak dirasakan.



Heal your Self! Fight your Cancer! The Power is In You!
Hypnotherapy can help you to increase your immune system so you can fight the cancer and reduces the pain.

Hypnotherapy to Release the Power Within
 
 

0 komentar:

Posting Komentar