Manfaat HypnoCancer
Menurut DSM-IV para pasien yang didiagnosa
memiliki penyakit yang mengancam nyawa akan memiliki kriteria “terkena stressor
traumatic ekstrem”. Jadi, mengurangi simtom-simtom trauma merupakan tujuan dari
perawatan kepada pasien termasuk pasien kanker.
Berbagai riset dilakukan oleh para
peneliti di seluruh dunia seperti Fawzy di tahun 1990, Greer di tahun 1989,
Spiegel di tahun 1990, dan Siverman di tahun 1990 menunjukkan secara klinis para
pasien kanker akan mengalami simtom-simtom psikologis. Dari riset
tersebut para pasien kanker mengalami
kegelisahan, depresi dan pudarnya perasaan bahagia.
Classen melakukan riset kepada para pasien
kanker payudara di tahun 2001 dan hasilnya cukup membuat ngeri. 22-50% pasien
kanker mengalami depresi, 3-19% mengalami PTSD ( Post Traumatic Stress
Disorder) dan 33% mengalami stress yang akut. Dan yang lebih menyedihkan,
pada saat pada pasien mengalami
simtom-simtom tersebut maka di periode itulah penyakit kanker mereka meningkat.
Stress Memperpendek
Umur Para Pasien Kanker.
Saya tahu kanker telah menjadi momok yang
mengerikan bagi banyak orang. Tapi tahukah
Anda kalau lebih dari 50% pasien kanker hidup panjang umur dan meninggal karena
hal lain selain kanker? Saya yakin anda dan hampir setiap orang tidak
mengetahui fakta tersebut. Karena itu setiap orang yang di diagnosa kanker akan
mengharapkan rasa sakit, umur pendek, kematian yang mengerikan dan penderitaan
di dalam pikirannya. Mereka akan mengisolasi diri dan mengalami gangguan emosi
yang akut. Alhasil, kualitas kehidupan penderita kanker tersebut menjadi sangat
buruk dan tubuhnya hampir tidak mungkin untuk memerangi kanker tersebut.
Spiegel dan Bloom melakukan riset di
tahun 1983 dan hasilnya menyatakan rasa gelisah
yang dirasakan oleh pasien kanker akan mengakibatkan
naiknya rasa sakit akibat kanker. Depresi
yang diderita pasien kanker ternyata memproduksi
keluhan-keluhan fisik secara signifikan. Dan efeknya akan memperpendek umur pada pasien kanker itu sendiri.
Stress Melemahkan
Kekebalan Tubuh Para Pasien Kanker.
Seseorang yang didiagnosa menderita kanker
akan mengalami stress yang
berkepanjangan. Mengapa bisa demikian? Itu terjadi karena pemicu stress nya
adalah sakit kanker itu sendiri. Belum lagi ditambah dengan efek samping kemoterapi yang membuat mual,
kerontokan rambut, hilangnya nafsu makan dan lemah. Semua hal itu akan
melemahkan daya tahan tubuh pasien kanker.
Riset menemukan pada pasien kanker
mengalami pemulihan kesehatan fisik dan psikologis dalam tahun pertama. Namun,
2 tahun kemudian mereka akan mengalami penurunan kesehatan dan mulai mengalami
berbagai gangguan, seperti disfungsi seksual atau ketakutan akan kambuh.
Jika penelitian menemukan para pasien
kanker akan mengalami penurunan kesehatan di tahun ketiga, tapi mengapa ada pasien kanker yang tetap sehat
bahkan di penghujung umurnya dia meninggal karena usia tua dan bukan karena
penyakit kanker itu sendiri? Pertanyaan itu mendorong para peneliti untuk
melanjutkan penelitian.
Dari penelitian tersebut ditemukan satu
hal yang signifikan, yaitu faktor
pikiran ternyata sangat mempengaruhi sistem kekebalan tubuh manusia. Dan bagi pasien kanker, kekebalan tubuh
merupakan bahan tentara utama untuk memerangi kankernya.
Sebuah riset sangat menarik dilakukan
kepada 392 pasien dengan penyakit parah tapi memiliki seseorang yang menjaganya
dengan penuh kasih sayang dan 427 pasien dengan penyakit parah tapi tidak
memiliki seseorang yang menjaganya. Ternyata, para pasien yang memiliki pendamping yang menyayanginya memiliki 63%
lebih panjang umur dibandingkan para pasien yang tidak memiliki pendamping
yang menyayanginya. Ini terjadi karena tingkat
kekebalan tubuh para pasien yang dirawat dengan kasih sayang lebih tinggi
dibandingkan para pasien yang dirawat tanpa kasih sayang.
Stress yang
terbukti menurunkan kekebalan tubuh. Alhasil, tubuh
tidak lagi bisa menghadapi antigen seperti virus. Sebuah riset dilakukan
di sydney di tahun 1970-an dan dari riset tersebut ditemukan kesedihan karena kehilangan orang-orang
yang dicintai, perceraian, kesepian, pengangguran dan panik saat ujian terbukti menurunkan sistem kekebalan tubuh
manusia.
Hipnoterapi Melepaskan
Stress Para Pasien Kanker.
Hipnoterapi terbukti sangat efektif untuk
melepaskan stress bukan hanya kepada pasien kanker. Riset dilakukan di Australia
di tahun 1997 kepada anak-anak sekolah. Dari riset tersebut ditemukan anak-anak yang memiliki tingkat stres yang
tinggi ternyata mengalami infeksi pernapasan dan flu yang terus berulang.
Kepada anak-anak tersebut dilakukan Hipnoterapi untuk melepaskan stress.
Hasilnya, terjadi penurunan 50% di jumlah hari sakit anak-anak tersebut.
Hipnoterapi
sangat efektif digunakan untuk menimbulkan kembali perasaan bahagia para pasien kanker. Sugesti hipnosis akan sangat membantu mengurangi bahkan memusnahkan efek samping dari
kemoterapi. Ditambah lagi Hipnoterapi
bisa meningkatkan rasa percaya diri dan
harapan pada pasien kanker.
Hipnosis Mengurangi
Bahkan Memusnahkan Rasa Sakit Pada Pasien Kanker.
Pernahkah Anda membayangkan merasakan
sakit terus-menerus selama 24 jam setiap harinya? Bahkan, untuk membayangkannya
saja saya yakin Anda tidak mau. Tapi itulah yang sedang dialami oleh sebagian
pasien kanker. Mereka mengalami rasa sakit akibat kanker itu sepanjang waktu.
Dan mereka akan sangat terima kasih jjika ada solusi untuk mengurangi rasa
sakit mereka.
Dave Elman, salah seorang pionir hipnosis,
memiliki ayah yang menderita sakit kanker. Ayahnya sepanjang saat mengalami
rasa sakit. Bahkan obat medis sudah tidak bisa mengurangi sakitnya. Suatu
hari seorang Hipnoterapi datang dan membuat rasa sakit ayahnya berkurang.
Dave Elman sangat berterima kasih kepada Hipnoterapis tersebut
sampai-sampai dia berhasrat mempelajari Hipnoterapi untuk membantu orang-orang
lain seperti ayahnya. Akhirnya mimpi Dave Elman terwujud, dia menjadi
pengajar Hipnoterapi kepada para dokter medis di Amerika.
Hipnoterapi
sangat dibutuhkan oleh pasien kanker:
- Hipnoterapi sangat efektif mengurangi
atau memusnahkan rasa sakit
akibat kanker termasuk rasa mual akibat kemoterapi
dan efek obat
- Hipnoterapi sangat aktif untuk
menumbuhkan perasaan bahagia pada
pasien kanker sehingga meningkatkan sistem
kekebalan tubuh
mereka untuk memerangi kanker itu sendiri
mereka untuk memerangi kanker itu sendiri
- Hipnoterapi sangat efektif untuk
membangun rasa percaya akan
kesembuhan dan rasa percaya kepada dokter yang
merawatnya dan
efektivitas obat yang dikonsumsinya
efektivitas obat yang dikonsumsinya
- Hipnoterapi efektif untuk
melepaskan stress, depresi, ketakutan dan
berbagai emosi negatif para pasien
kanker
- visualisasi
dan sugesti pada Hipnoterapi menciptakan
self healing pada
tubuh para pasien kanker
Tujuan dari
hypnocancer adalah:
- Melepaskan stress setiap saat dengan
kanker sebagai stressornya
- Melepaskan kegelisahan tentang apakah
bisa selamat
- Mengurangi efek samping pengobatan
seperti rasa sakit, mual, lemah,
rambut rontok dan berubahnya
bentuk tubuh melemahkan psikologis
pasien
pasien
- Melepaskan trauma emosional
- Mengurangi Disfungsi Seksual
- Meningkatkan Percaya Diri dan perasaan
menarik dalam berhubungan
seksual
- Melepaskan ketakutan akan kambuh
- Kesulitan menerima kenyataan
Semua problem psikologi diatas akan menurunkan kekebalan tubuh pasien kanker sehingga tubuhnya tidak mampu untuk memerangi penyakit kanker itu sendiri. Stress yang dialami para pasien kanker akan mengurangi kapasitas untuk memerangi antigen (seperti virus). Dengan menangani stress pada para pasien kanker akan meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan mengurangi infeksi.
Riset menemukan perasaan positif pada para
pasien kanker akan mempengaruhi langsung pada peningkatan kesehatan fisik
pasien seperti pengurangan efek samping kemoterapi dan radioterapi. Dan di area
inilah hipnosis mempunyai efek yang kuat. Hipnosis bisa mengubah persepsi pasien
terhadap penyakitnya, yaitu simtom kanker menjadi tidak terlalu serius bahkan
tidak dirasakan.
Heal your Self! Fight your Cancer! The Power is In You!
Hypnotherapy can help you to increase your immune system so you can fight the cancer and reduces the pain.


0 komentar:
Posting Komentar