Rabu, 15 Juni 2016

Anak Anda Pemarah?


Anak Anda Pemarah?

 

 


Ada banyak penyebab dalam hidup yang bisa mengubah seseorang termasuk seorang anak menjadi pemarah. Mulai dari permasalahan yang ada pada orang tua, keluarga, lingkungan, sekolah, tangki Cinta yang kosong, hingga pengalaman buruk, ataupun penyebab-penyebab yang lain. Meskipun berdasarkan pengalaman klinis mayoritas masalah anak bersumber dari orangtua dan atau lingkungan (keluarga), bisa juga masalah berawal dari sekolah. Khusus dalam artikel kali ini saya ingin mensharing kisah nyata yang saya temukan di ruang terapi, tentang seorang anak yang berubah menjadi pemarah karena adanya pengalaman yang buruk di sekolah.

Mungkin Anda sudah sering mendengar tentang Anak yang Pemarah. Mungkin Anak yang Anda kenal adalah salah satunya.

Atau bisa jadi itu adalah Anak Anda Sendiri?

Atau Anda dulunya juga termasuk Anak yang Pemarah?

Ada apa dibalik anak yang pemarah?

 


Suatu hari saya kedatangan seorang klien anak-anak yang dibawa oleh keluarganya kepada saya untuk di hipnoterapi. Usianya baru 9 tahun. Sebut saja namanya Alvin (bukan nama sebenarnya). Alvin datang kepada saya dengan keluhan kalau ditegur baik oleh guru ataupun orang rumah, Alvin sering marah dan mengamuk terutama di sekolah. Alvin juga kerap memukul temannya hingga membanting kursi saat marah. Keluarganya tak habis pikir, bagaimana mungkin anak seumur itu seakan menyimpan kemarahan sedemikian besar sehingga sering marah, mengamuk, hingga tidak bisa ditegur. Padahal sebelumnya Alvin dikenal sebagai anak yang berperilaku baik dan kalem.

 

Dari raut mukanya, tampak jelas telah terjadi sesuatu pada Alvin yang mengakibatkan Alvin mengalami perubahan sikap 180 derajat dalam beberapa bulan terakhir ini.  Namun jika ditanya ada apa, Alvin hanya diam seribu bahasa. Keluhan pun berdatangan, terutama dari pihak sekolah yang complain akan perilaku Alvin yang temperamental. Bingung karena tidak tahu harus bagaimana lagi akhirnya dibawalah Alvin ke saya untuk di hipnoterapi.

 


Setelah proses konsultasi dengan keluarganya selesai, barulah saya memulai proses hipnoterapi ini. Singkat kata, dalam proses hipnoterapi, diketemukanlah akar masalah penyebab berubahnya perilaku Alvin. Ternyata beberapa bulan yang lalu Alvin pernah berantem dengan temannya. Dalam peristiwa itu, Alvin tiba-tiba diganggu oleh temannya di sekolah. Kemudian Alvin yang notabene tak salah apa-apa itu, kemudian dipukul dan di dorong oleh temannya hingga terjatuh. Memang saat itu Alvin hanya terdiam. Ia tidak membalas sama sekali. Karena sistem pendidikan yang ia pelajari di rumah memang mengajarkannya untuk jadi anak yang baik dan tidak suka berkelahi.

 


Secara Pikiran SADAR Alvin sadar betul, meskipun ia didorong oleh temannya, ia tidak boleh melawan/berkelahi. Itu sebabnya ia diam saja. Tapi secara Pikiran Bawah Sadar, ternyata Bawah Sadarnya tidak menerima ia tidak salah apa-apa langsung didorong oleh temannya hingga terjatuh. Bawah Sadarnya ternyata merasa Sedih akan kejadian yang selintas tampak sepele itu. Namun karena tak bisa dikeluarkan oleh Alvin, jadilah rasa Sedih itu terpendam di dalam hati Alvin, yang pada akhirnya mengubah tabiat Alvin yang semula kalem menjadi temperamental/emosional.

 


Saat pertama datang kepada saya, sekilas Alvin tampak seperti anak yang pendiam. Bahkan saat ditanya pun suaranya pelaaannnn………………sekali. Hampir-hampir tidak terdengar.  Tapi siapa yang sangka, dibalik sikapnya yang sekilas tampak pendiam itu tersimpan rasa Sedih karena di Bully temannya.

 


Saya lalu memproses akar masalah Alvin, dengan membimbing Alvin untuk merelase/ melepaskan semua emosi negative yang dirasakan oleh Alvin, terutama rasa Sedih nya. Siapa yang sangka ternyata dibalik rasa marah seseorang, tersimpan rasa sedih. Ternyata rasa sedih yang terpendam di dalam hati Alvin, muncul ke permukaan dalam bentuk amarah. Alvin pun melalui proses hipnoterapi dengan lancar karena ia sungguh-sungguh mau berubah dan mengijinkan untuk diterapi. Bahkan di akhir proses terapi ia bisa dan bersedia memaafkan temannya.



Bayangkan, baru menyimpan sedih beberapa bulan saja telah berhasil mengubah tabiat Alvin dari kalem menjadi pemarah, gampang mengamuk, gemar memukul dan main kekerasan. Apa yang akan terjadi seandainya Alvin menyimpan sedih ini bertahun-tahun, atau bahkan berpuluh-puluh tahun hingga ia dewasa dan menjadi orang tua. Lupa akan penyebabnya, namun emosinya yang temperamental telah menjadi kesehariannya. Kira-kira jika hal ini didiamkan, saat ia dewasa, Alvin akan menjadi seorang ayah yang penyayang ataukah seorang ayah yang dekat dengan kekerasan? Banyak hal bisa terjadi tapi untungnya dalam kasus Alvin, penyebab masalahnya cepat diketemukan dan diselesaikan.



 
Sesaat setelah hipnoterapi selesai dilakukan, langsung tampak perubahan dalam raut muka Alvin. Alvin yang semula saat sebelum dihipnoterapi mukanya seperti anak yang lagi tertekan, tapi tidak mau cerita, hanya dipendam di dalam hati. Jika ditanya hanya menunduk dan diam saja. Harus ditanya berkali-kali baru menjawab sepatah dua kata, itupun suaranya pelaaann…..sekali. Hampir-hampir tak terdengar. Namun selesai hipnoterapi, raut muka Alvin langsung berubah menjadi cerah, ceria,  dan sering tersenyum. Pribadinya pun kembali menyenangkan seperti sedia kala. Bahkan saat diajak mengobrol, ia sudah bisa menjawab dengan lancar dengan volume suara yang normal (biasa saja). Senangnya Alvin bisa kembali menjadi anak yang ceria. Bukankah seperti itu anak-anak seharusnya? Ceria dan menyenangkan.    

 
  


Update Terakhir:

Kini sudah lebih dari 1 tahun sejak Alvin menjalani hipnoterapi. Alvin kini telah kembali menjadi anak yang baik seperti sedia kala. Saat ditegur, ia sudah tidak marah & mengamuk lagi. Ia juga sudah berhenti memukul saat diganggu temannya dan sudah tidak pernah lagi membanting kursi. Kini ia sudah kembali ceria, gemar bermain dan mengobrol. Saat ditanya pun sudah bisa menjawab dengan normal seperti anak-anak pada umumnya. Dan yang lebih penting, senyum manisnya sudah kembali menghiasi wajah dan kehidupannya.

 

 
Disclaimer:

Saya tidak mengatakan semua anak yang berubah menjadi pemarah pasti disebabkan oleh pengalaman buruk di sekolah. Namun pasti ada penyebab jika seseorang tiba-tiba berubah menjadi pemarah padahal asalnya tidak. Saya hanya sekedar men sharing kan kisah nyata yang saya temui di ruang terapi. Semoga kisah nyata diatas bisa memberikan inspirasi bahwa pasti ada penyebab dibalik berubahnya sikap seseorang. Pemberian hukuman tanpa mencari tahu penyebab masalahnya tidak akan menyelesaikan masalah apapun, yang ada hanyalah menambah masalah. Apapun masalah yang dialami oleh anak anda, ada baiknya anda mencari tahu penyebab masalahnya dan menyelesaikannya. Karena mungkin mereka adalah korban yang jika didiamkan, tidak menutup kemungkinan suatu hari nanti mereka bisa berubah menjadi pelaku seperti dalam kasus Alvin diatas.

 

Semoga informasi ini bermanfaat untuk Anda.

0 komentar:

Posting Komentar